About

HOME

Selasa, 17 Maret 2015

PROFILE

NAMA                                 : YULIANA INDRA HAPSARI
TANGGAL LAHIR            : SEMARANG, 6 JULI 2000
SEKOLAH                         : SMPN 2 SEMARANG
HOBBY                              : MEMBACA BUKU CERITA
MAKANAN FAVORITE  ; CHICKEN NOODLE
MNUMAN FAVORITE     : APPLE JUICE


SOSMED




LINE ID : yulianaih













PIN : 79352410











 NAME : YULIANA HAPSARI










NAME : @Y_indra_H

REUNI BINATANG


Suatu hari kodok mengadakan reuni bersama kura-kura dan kaki seribu. Mereka mengobrol sambil membahas cerita ketika mereka dulu kecil.Lalu kodok berkata
kodok :gara-gara kelamaan ngobrol mulut jadi asem nie.beliin rokok dong kura-kura
kura-kura :ga ah kan gw jalannya lama.kenapa ga kodok?
kodok : kan gw ga bisa jalan.gw bisanya lompat.ya udah kaki seribu aja?
kaki seribu :ok gw yang beli.warungnya dimana?
kodok :deket,dua rumah dari rumah gw Lalu 10menit berlalu,20 menit berlalu tapi kaki seribu ga dateng-dateng juga.Kodok berencana menyusulnya.ternyata kaki seribu ada di depan pintu rumahnya.
kodok :oh,lo udah pulang.rokoknya mana?
kaki seribu :pulang??lo ga liat gw nie lagi pake sepatu.jalan aja belum..

JURUSAN PENERBANGAN"


Malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan seekor anak tikus,Mereka sedang mengobrol di pinggir got.
Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.
"Ibu, apa itu yang di atas?" Sang ibu tikus pun menjawab, "OOooo ..., itu kelelawar namanya ...."
Si anak tikus pun bertanya lagi, "Kok wajahnya mirip kita?"
Sang ibu menjawab, "Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa dengan kita ..., tapi dia ambil jurusan penerbangan ...!!!"

KALO BESAR MAU JADI APA


Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun, “Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”
Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”
Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!”
Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya,
“Kalau tidak boleh aku mau jadi peragawati saja bu.”
Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”
Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”
Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata, “kamu itu laki-laki, Bambang!!”

3. ACHIEVEMENT


1. CHEARLEADERS

- Juara 3 tingkat daerah
- Juara 2 tinggat nasional
- Juara 2 tingkat nasional
- Juara 2 tingkat daerah

- Juara 3 nasional
















2. DEWAN GALANG

LASTAMASTA 2014-
  • Juara 3 Bersemboyan Putra
  • Juara 2 PUPUK Putra
  • Juara 1 PLTG Putra
  • Juara 1 PUPUK Putri
  • Juara 1 PLTG Putri
  • Juara Tergiat 3 Putra
  • JUARA UMUM PIALA BERGILIR














3. PADUAN SUARA

JUARA 1 FLS2N TINGKAT NASIONAL


















4. PASKIBRA

loptacara xi juara 1 tk jateng














DAN MASIH BANYAK LAGI PENGHARGAAN YANG DAPAT DIRAIH OLEH SMPN 2 SEMRANG     :)

2. VISI DAN MISI 

VISI SEKOLAH :

MENGHASILKAN LULUSAN YANG BERPRESTASI TINGGI, BERMORAL, MEMILIKI WAWASAN LUAS DAN MAMPU BERKOMPETISI DALAM SKALA NASIONAL DAN INTERNASIONAL

MISI SEKOLAH :

1. Mencetak kualitas lulusan yang bertaraf internasional

2. Menumbuhkan semangat berprestasi kepada semua warga sekolah

3. Meningkatkan kemampuan professional guru agar setara dengan pengajar sekolah internasional

4. Mengembangkan potensi untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, bersih, dan rapi

5. Meningkatkan fasilitas sumber belajar yang bertaraf internasional

6. Membudayakan moto tiada hari tanpa kompetisi dan prestasi

7. Menumbuhkan kegiatan yang bernuansa religious, berbudaya, dan budi pekerti luhur dengan berwawasan Iptek dan Imtaq

8. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif





MY SCHOOL

SMP NEGERI 2 SEMARANG

  1. SEJARAH 
Tahun 1906 kota Semarang dibawah kolonial Hindia Belanda resmi menjadi “gomeente” (kota praja) dengan wewenang otonomi penuh. Seiring dengan otonomi tersebut, dibangunlah sarana pemerintah termasuk sekolahan.
Di kota Semarang waktu itu terdapat 2 Sekolah Menengah Pertama yang disebut dengan M.U.L.O I (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang terletak di jalan Pandean Lamper No. 2 (sekarang Brigjen Katamso No. 14) dan M.U.L.O II yang terletak di jalan Pendrikan (sekarang jalan Imam Bonjol), diperkirakan dibangun tahun 1920-an menjadi tempat pendidikan yang dimiliki pemerintah kala itu. Mengajarkan bahasa Belanda, Inggris, Melayu, Kebudayaan Barat, dan Olah Raga lebih intensif.



Masa Pendudukan Pemerintahan Dai Nippon Pemerintah Jepang (Tahun 1942- 1945)
Maret 1942, perang Pasifik pecah, dan tentara Dai Nippon menyerbu Asia Tenggara. Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat, Jepang mendarat di Pantai Kragan Rembang dan masuk kota Semarang. Pengambilalihan sarana pemerintahan dilakukan terus berangsur-angsur dengan dibantu pemuda-pemuda. M.U.L.O I berubah namanya menjadi Dai ichi tyu gakko (SMP I) tempat tetap di Jl Pandean Lamper No.2 untuk kelas 2 dan 3, sedang kelas I di Jalan Sidodadi Barat (S.K.P./S.M.K.K./ sekarang SMK Negeri...). Terdapat kemajuan dalam dunia pendidikan. Sekolah M.U.L.O I mengajarkan bahasa Indonesia, Kyoren (latihan kemiliteran), dan kesenian.


Masa Kemerdekaan Tahun 1945 sampai dengan sekarang

Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karna dan Bung Hatta, beberapa hari kemudian terdengar sampai Semarang, Mr. Wonsonegoro menyampaikan maklumat tersebut, kemudian beliau diangkat menjadi Gubernur Jawa Tengah. Suasana peralihan dari pemerintah Jepang kepada Indonesia tidak berjalan lancar, sehingga masih dibutuhkan perjuangan dari pemuda. Pemuda yang berusia 16 tahun direkrut masuk “Seinendan” (latihan kemiliteran). Kemudian para pelajar di Semarang membentuk “Gekkutotai” (satuan pelajar yang dididik kemiliteran. Berbagai peristiwa pertemuran di Semarang dipelopori oleh pelajar termasuk Pertempuran 5 hari.
Pada masa Itu M.U.L.O. I / Dai ichi tyu gakko berubah namanya menjadi SMP I Pandean Lamper, dimana pelajar selain belajar menuntut ilmu, juga turut mengangkat senjata. Kemudian untuk menghimpun kekuatan dan persatuan , para pelajar kota Semarang membentuk GASEMSE (Gabungan Sekolah Menengah Semarang). Perjuangan pelajar mendapat dukungan BKR (tentara) bersama-sama mengangkat senjata mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga terbentuklan pasukan “T” Ronggolawe.
Berikutnya SMP I Pandean Lamper oleh pemerintah/ Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, berubah nama menjadi SMP Negeri 2. Pada saat dicanangkan Program Pendidikan Dasar 9 tahun, SMP Negeri 2 mulai Juli tahun 2004 ditentapkan sebagai Sekolah Standart Nasional Pertama Di Kota Semarang dan tahun 2007 ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pertama di kota Semarang dengan tetap mempertahankan gedung/bangunan kuno/asli karena bangunan tersebut oleh pemerintah dinyatakan sebagai bangunan “cagar budaya” yang harus dipertahankan bentuk aslinya.